[Movie Review] Anak Kos Dodol

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_205400.991

230px-anak_kos_dodol

Oke, aku tertarik untuk mencoba menonton film ini karena judulnya ada “Anak Kos”-nya gitu ditambah embel-embel dodol. Secara aku adalah seorang anak kos selama 11 tahun ini. Oh, God.. tanpa ku sadari udah selama itu aku jadi anak kos ūüė¶

Anak Kos Dodol bercerita tentang 13 cewek yang ngekos bareng di kos Puri Cantika Yogyakarta. Sofia (Wizzy), Sarah (Shamira) dan Dewi alias Dedew (Ayudia Bing Slamet) adalah tiga cewek yang baru lulus SMA dan datang dari luar kota untuk kuliah di Jogya. Mereka lalu ngekost di kos Puri Cantika yang sudah dihuni oleh 10 cewek lain seperti Anti (Dian Widianti), Julia (Cerelia Raissa), Elsha (Bella Luna), Shasa (Intan Melody), Tere (Marsha Risdasari), Ugie (Rachquel Nesia), Alisa (Immy Geovani), Rasti (Bella Shifa) dan juga para senior kayak mbak Nunu (Jesika Dani) yang galak dan mbak Leslie (Waode Kartika) yang bijak. Dedew, Sofia, dan Sarah menjadi angkatan terakhir dari penghuni kos-kosan tersebut.

Anak-anak kos ini awalnya rukun damai bersatu, tapi kemudian malah pecah menjadi dua kubu. Sampai akhirnya mereka bersatu kembali karena rasa persahabatan dan kebersamaan yang kuat (eaaaa..!). Mereka pun menemukan tiga hal paling berharga dalam petualangan hidup mereka: saat mereka merasa begitu bebas seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya, melesat terbang merayakan kemerdekaannya, lalu menemukan cinta di perjalanan dan pada akhirnya menyadari arti kebebasan yang sebenarnya.

Cerita Anak Kos Dodol ini diadaptasi dari sebuah buku curhatan¬†bestseller karya Dewi Rieka alias¬†Dedew. ¬†Ternyata nama karakter utama di film ini adalah nama pengarang bukunya. Kalo baca bukunya kayaknya pasti asik, nih ceritanya. Tapi kalo dibuat jadi film gini, ya sudah bisa ditebak pasti bakal mengecewakan.¬†Belum apa-apa, film ini udah menampakkan ke’dodolan’nya. Dimulai dari munculnya karakter lebay yang bikin muntah, Sarah¬†yang¬†main kejar-kejaran dengan karakter utama, Dedew dan teman barunya, Sofia untuk nyari kost-kostan. Setelah itu diperkenalkan lagi karakter-karakter dodol lainnya kayak Anti yang terobsesi sama artis yang dodol juga, Ryan (Ananda Omesh). Iya, artisnya dodol. Masa nggak bisa ngadepin fans yang tukang stalking dan fanatiknya lebay gitu. Kedodolan-kedodolan lainnya, tuh masih banyak, aku sampai malas buat membahasnya. Nonton aja deh mending.

Anak kost itu kebanyakan identik dengan hal-hal yang kurang baik dan di sini pun digambarkan dengan gamblang, seperti contohnya suka clubbing dan merokok. Adegan anak-anak kost dodol ini merokok di kost itu lumayan banyak dan bikin  jengah liatnya. Rusak, deh reputasi anak kost baik-baik gara-gara film ini walaupun fakta di lapangan memang ada yang seperti itu. Untungnya, selama  aku ngekost, nggak ada teman-teman kostku yang kayak gitu. Tapi kalau soal pacaran, sih iya. Dan ini bikin jengkel kadang-kadang. Gimana nggak jengkel coba kalau tiap hari pacar si A atau pacar si B datang ngapel mulu ke kostan. Udah gitu ngapelnya sampai seharian lagi. Alamak!! Ini bukan soal iri karena nggak punya pacar, tapi jadi nggak bisa berseksi ria di kostan kalau ada laki-laki gitu. Woi, kenapa jadi curcol?! Wkwk.. Soalnya jadi ingat masa-masa ngekost dulu bareng teman-teman kuliah gara-gara nonton film ini.

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_204613.175

Soal berseksi ria, kebanyakan anak-anak kost kalau lagi di kostan pasti pada pake pakaian minim gitu. Soalnya dulu dikostan aku juga gitu. Makanya tadi aku bilang, paling sebel kalo ada yang pacaran sampai seharian di kostan gitu. Jadi nggak bisa bebas di kostan. Alhasil di kamar mulu jadinya. Huh! Di film ini juga anak-anak kost dodol berpakaian minim terus; hot pants dan tank top, tuh nggak pernah ketinggalan. Para lelaki yang nonton film ini bakal segar liat pemandangan paha-paha mulus berseliweran sepanjang film. Tapi aku ngeliatnya malah sedikit risih. Sama adegan yang merokok itu juga bikin risih liatnya.

Namanya kost-kostan, apalagi dihuni oleh 13 makhluk yang namanya cewek, pasti rame dan rempong. Tapi sayangnya, kisah keseruan ke-13 penghuni kostan ini kurang dieksplor lebih banyak. Ya mungkin karena film ini merangkum peristiwa yang penting-penting aja dari kumpulan bukunya. Sebagai penonton awam yang nggak baca bukunya, ada beberapa adegan yang terasa membingungkan karena adegannya lompat-lompat sesuka hati. Kayaknya emang lebih baik baca bukunya aja, deh!  Aku juga tertarik jadi pengen baca bukunya, nih!

Selain Ayudia Bing Slamet, kedua belas anak kost lainnya diperankan oleh pemain yang nggak familiar wajahnya. Aku, sih yang nggak familiar sama wajah-wajah mereka :D. Karakter Dedew adalah karakter sentral tapi untunglah porsinya masih bisa dimaafkan. Tapi sayangnya, karakter-karakter yang lain juga kurang dieksplor lebih dalam. Faktor durasi juga, sih! Ayudia, sih aktingnya biasa aja, nggak ada yang spesial. Yang justru sedikit mencuri perhatian adalah Wizzy. Film ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari suami istri Pongki Jikustik dan Sophie Novita, Ananda Omesh, Kenes Andari, dan Indra Sinaga vokalis band Lyla. Untung wajahnya Indra nggak tuwir-tuwir amat jadi masih cocoklah jadi mahasiswa. Tapi kalau soal akting, sorry masbro.. harus lebih banyak latihan.. flat banget soalnya.

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_205620.159

Anak Kos Dodol ini kayaknya lebih oke kalau dibuat FTV aja dari pada dibuat film gini. Dan kayaknya kalau aku baca bukunya duluan, dijamin pasti kecewa tingkat tinggi. Hmm.. Tapi setidaknya film ini jadi mengingatkanku pada masa-masa ngekost dulu. Dan satu hal yang aku sesali, kenapa dulu aku dan teman-teman kostku nggak ngelakuin hal yang sama kayak Dedew cs; makan gratis di kondangan ūüėÄ ūüėÄ

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_205748.222

Info:
Title: Anak Kos Dodol
Director: Eman Pradipta
Release Date: 26 February 2015
Country: Indonesia
Language: Bahasa

Cast:
Ayudia Bing Slamet
Indra Perdana Sinaga
Ananda Omesh
Pongki Barata
Sophie Navita
Kenes Andari

Wizzy
Rachquel Nesia
Shamira
Kimmy Geovani
Marsha Risdasari
Bella Shifa
Dian Widayanti
Intan Melodi
Bella Luna Ferlin
Jesika Dani
Waode Kartikasari
Cerelia Raissa

[Movie Review] Holidays (2016)

220px-holidays_film_poster

Yang bikin tertarik awalnya untuk nonton film ini adalah posternya yang make topeng plus bawa kapak, khas film-film horror bin gore gitu, deh! Trus, waktu itu liat ratingnya di salah satu situs film cukup tinggi. Tapi ya, aku ingatkan, jangan pernah percaya rating ketika film baru saja dirilis. Buktinya, selang beberapa bulan kemudian, rating film ini jeblok. Tapi karena aku belakangan ini emang lagi demen nonton film-film jelek yang bikin guilty pleasure, so dengan senang hati aku memilih Holidays.

Holidays sendiri adalah sebuah film antologi berisi 8 segmen cerita yang berbeda yaitu¬† Valentine’s Day,¬†St. Patrick’s Day,¬†Easter,¬†Mother’s Day, Father’s Day, Halloween, Christmas dan New Year’s Eve. Film ini juga disutradarai oleh sutradara yang berbeda-beda tiap segmennya. Tapi jangan mengharapkan film ini akan jadi film holidays yang menyenangkan karena justru ini adalah antologi cerita horor dari beberapa perayaan yang sudah kita kenal.

Untuk tiap segmennya, sih durasinya udah pas, nggak terlalu lama untuk satu cerita. Tapi ceritanya rata-rata flat, membosankan, nggak ada horor-horornya sampe kata ‘what the?’ pun keluar dari mulutku berulang kali. Yang paling parah ceritanya, paling gajes, paling absurd level dewa adalah bagian kedua; St. Patrick’s Day. Gagal paham, deh aku sama segmen kedua itu. Tapi karakter anak kecilnya creepy abis.

Sedangkan yang agak lumayan ceritanya adalah segmen Valentine’s Day dan Christmas. New Year’s Eve, sih sebenarnya boleh juga ceritanya tapi twistnya udah bisa ketebak duluan. Father’s Day berpotensi bagus, tapi sayang diakhiri dengan ending yang gajes gitu.

Para pemainnya nggak ada yang familiar wajahnya kecuali Seth Green di segmen Christmas. Ya, maklum aja sih ini film indie soalnya. Dan aku sebenarnya suka dengan film ini tapi yang ini sangat mengecewakan. Padahal ceritanya kalo dikembangkan dengan benar, pasti jatuhnya jadi bagus. Tapi penulis skenarionya seperti nggak tau mau dibawa kemana alur ceritanya. Eksekusinya jelek, dialognya amburadul, dan cerita yang selalu diakhiri dengan sangat buruk.

Well..well..well.. akhirnya guilty pleasure ini terlaksana juga dan sekarang dengan tenang bisa menghapus file film ini dari hardisk yang telah memerah warnanya.

Valentine’s Day: 6.5/10
St. Patrick’s Day: 2/10
Easter: 2/10
Mother’s Day: 4/10
Father’s Day: 6/10
Halloween: 3/10
Christmas: 6.5/10
New Year’s Eve: 5.5/10

 

Info:
Title: Holidays
Release Dates: April 14, 2016 (TFF), April 22, 2016 (United States)
Country: United States
Language: English
Running Time: 105 Minutes
Directed by:
Dennis Widmyer (Valentine’s Day)
Kevin Kolsch (Valentine’s Day)
Gary Shore (St. Patrick’s Day)
Nicholas McCarthy (Easter)
Sarah Adina Smith (Mother’s Day)
Anthony Scott Burns (Father’s Day)
Kevin Smith (Halloween)
Scott Stewart (Christmas)
Adam Egypt Mortimer (New Year’s Eve)

Cast:
Madeleine Coghlan, Savannah Kennick, and Rick Peters (Valentine’s Day)
Ruth Bradley, Peter Campion, and Isolt McCaffrey (St. Patrick’s Day)
Ava Acres, Petra Wright, and Mark Steger (Easter)
Sophie Traub, Aleksa Palladino, Sheila Vand, Jennifer Lafleur, and Sonja Kinski (Mother’s Day)
Jocelin Donahue, Michael Gross, and Jana Karan (Father’s Day)
Ashley Greene, Olivia Roush, Harley Quinn Smith, Harley Morenstein, and Shelby Kemper (Halloween)
Seth Green, Clare Grant, Kalos Cluff, John C. Johnson, Shawn Parsons, Michael Sun Lee, Wes Robertson, Karina Noelle, Scott Stewart, and Richard DiLorenzo (Christmas)
Lorenza Izzo, Andrew Bowen, and Megan Duffy (New Year’s Eve)

[Movie Review] Taken 3 (2015)

220px-taken_3_poster

Aku tahu kalo film ini pasti kacangan tapi nekat mau nonton juga (mumpung dibayarin gratis hehe) soalnya cuma film ini yang jadwalnya pas untuk ditonton waktu itu. Lagian pengen banget nonton di Blitz.. belum pernah, sih ūüėÄ (nggak ada Blitz di kotaku huhuhu.. ūüė¶ ). Sempat mikir, apa lagi yang mau diceritain di Taken 3 ini coba? Siapa lagi yang mau diculik? Apa mau dibikin sampai Taken 10?

Okelah, mari kita bahas film om Liam Neeson ini. Jadi ceritanya di Taken 3 ini nggak ada adegan penculikan kayak di Taken 1 dan 2. Tapi yang ada Bryan Mills (Liam Neeson) malah dituduh membunuh istrinya sendiri, Lenore (Famke Janssen). Bryan pun jadi tersangka yang paling diburu oleh polisi. Alhasil, dia harus mencari tau siapa pembunuh istrinya sebenarnya sekaligus mengembalikan reputasi namanya yang udah terlanjur jadi buruk.

Ini namanya latah. Setelah sukses dengan Taken 1 yang memang bagus, maka latah pun terjadi dengan menghadirkan sekuelnya Taken 2 yang menurutku nggak perlu dibuat sama sekali. Dan latah itu malah berlanjut dengan dibuatnya Taken 3 ini. Dengan formula sejenis yang dipaksain beda, tanpa ada sesuatu yang baru dan segar, jelas Taken 3 ini merupakan sesuatu yang fail. Menontonnya luar biasa membosankan. Kalo aja nontonnya bukan di bioskop, mungkin udah ketiduran kali~ Sebenarnya, sih nyaris ketiduran, apalagi AC bioskop dingin banget, but because there’s someone beside me and I could discuss with him about this movie, so far it made me awake. Thanks a lot, dear!¬†

Jadi, sepanjang film, tuh aku ngoceh aja alias protes sama jalan ceritanya yang doesn’t make sense at all. Tapi, yo weslah, ditonton aja. Toh, udah tau ceritanya jelek, kok masih maksa mau nonton? Abis gimana, dong, cuma film ini yang jadwalnya waktu itu pas untuk ditonton. Kan aku pengen banget nonton di Blitz (apalagi pake acara ditraktirin). *ngeles

Taken 3 ini settingnya di Amrik doang tepatnya di California, nggak kayak yang pertama dan kedua yang ngambil setting di luar negeri (Paris dan Istanbul). Kekurangan budget kali, ya? Lagian, maksa banget bikin franchise sampe ketiga gini, padahal udah tau ceritanya udah nggak ada lagi yang bisa dibeberkan. Penonton (smart) juga bosan kali liat ceritanya mutar-mutar di situ-situ aja. Apalagi Taken 3 ini terkesan asal tempel doang jalan ceritanya. Kalo untuk actionnya, sih ya bolehlah. Not too bad, not good also. Tapi tetap aja banyak adegan yang nggak masuk akal. Udah sekarat sekalipun, karakter utama tetap aja sehat wal afiat (Ya, iyalah fine-fine aja. Kalo sampe mati, ya ceritanya tamat, penonton pun kecewa). Tapi lagi-lagi harus dimaklumi. Mungkin yang bikin cerita lagi lelah!

Well, Taken 3 is totally predictable and boring!! No twist at all. Even, we can guess who’s the villain here!¬† Ya, benar, penjahatnya udah bisa ketebak, bahkan di awal film. Nggak percaya, tonton aja sendiri! So.. If you want something great, ignore this movie! But if you just want to watch movie without thinking anything and just want to relax, you can try this!

 

Foto1191
Nontonnya udah hampir sebulan lalu, tapi reviewnya baru sempat sekarang.

NB: Thanks honey udah ngajakin aku nonton di Blitz walaupun filmnya gajes. Luv yu! ūüėČ *norak

 

Info:
Title: Taken 3
Genre: Action, Thriller
Directed by: Olivier Megaton
Produced by: Luc Besson
Written by: Luc Besson, Robert Mark Kamen
Music by: Nathaniel Méchaly
Release Dates: 16 December 2014(Berlin premiere), 9 January 2015(United States), 21 January 2015 (France)
Running Time: 109 Minutes
Language: English
Country: France

 Cast:

Liam Neeson
Forest Whitaker
Maggie Grace
Famke Janssen
Dougray Scott
Sam Spruell
Leland Orser
Jon Gries