[Movie Review] Anak Kos Dodol

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_205400.991

230px-anak_kos_dodol

Oke, aku tertarik untuk mencoba menonton film ini karena judulnya ada “Anak Kos”-nya gitu ditambah embel-embel dodol. Secara aku adalah seorang anak kos selama 11 tahun ini. Oh, God.. tanpa ku sadari udah selama itu aku jadi anak kos ūüė¶

Anak Kos Dodol bercerita tentang 13 cewek yang ngekos bareng di kos Puri Cantika Yogyakarta. Sofia (Wizzy), Sarah (Shamira) dan Dewi alias Dedew (Ayudia Bing Slamet) adalah tiga cewek yang baru lulus SMA dan datang dari luar kota untuk kuliah di Jogya. Mereka lalu ngekost di kos Puri Cantika yang sudah dihuni oleh 10 cewek lain seperti Anti (Dian Widianti), Julia (Cerelia Raissa), Elsha (Bella Luna), Shasa (Intan Melody), Tere (Marsha Risdasari), Ugie (Rachquel Nesia), Alisa (Immy Geovani), Rasti (Bella Shifa) dan juga para senior kayak mbak Nunu (Jesika Dani) yang galak dan mbak Leslie (Waode Kartika) yang bijak. Dedew, Sofia, dan Sarah menjadi angkatan terakhir dari penghuni kos-kosan tersebut.

Anak-anak kos ini awalnya rukun damai bersatu, tapi kemudian malah pecah menjadi dua kubu. Sampai akhirnya mereka bersatu kembali karena rasa persahabatan dan kebersamaan yang kuat (eaaaa..!). Mereka pun menemukan tiga hal paling berharga dalam petualangan hidup mereka: saat mereka merasa begitu bebas seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya, melesat terbang merayakan kemerdekaannya, lalu menemukan cinta di perjalanan dan pada akhirnya menyadari arti kebebasan yang sebenarnya.

Cerita Anak Kos Dodol ini diadaptasi dari sebuah buku curhatan¬†bestseller karya Dewi Rieka alias¬†Dedew. ¬†Ternyata nama karakter utama di film ini adalah nama pengarang bukunya. Kalo baca bukunya kayaknya pasti asik, nih ceritanya. Tapi kalo dibuat jadi film gini, ya sudah bisa ditebak pasti bakal mengecewakan.¬†Belum apa-apa, film ini udah menampakkan ke’dodolan’nya. Dimulai dari munculnya karakter lebay yang bikin muntah, Sarah¬†yang¬†main kejar-kejaran dengan karakter utama, Dedew dan teman barunya, Sofia untuk nyari kost-kostan. Setelah itu diperkenalkan lagi karakter-karakter dodol lainnya kayak Anti yang terobsesi sama artis yang dodol juga, Ryan (Ananda Omesh). Iya, artisnya dodol. Masa nggak bisa ngadepin fans yang tukang stalking dan fanatiknya lebay gitu. Kedodolan-kedodolan lainnya, tuh masih banyak, aku sampai malas buat membahasnya. Nonton aja deh mending.

Anak kost itu kebanyakan identik dengan hal-hal yang kurang baik dan di sini pun digambarkan dengan gamblang, seperti contohnya suka clubbing dan merokok. Adegan anak-anak kost dodol ini merokok di kost itu lumayan banyak dan bikin  jengah liatnya. Rusak, deh reputasi anak kost baik-baik gara-gara film ini walaupun fakta di lapangan memang ada yang seperti itu. Untungnya, selama  aku ngekost, nggak ada teman-teman kostku yang kayak gitu. Tapi kalau soal pacaran, sih iya. Dan ini bikin jengkel kadang-kadang. Gimana nggak jengkel coba kalau tiap hari pacar si A atau pacar si B datang ngapel mulu ke kostan. Udah gitu ngapelnya sampai seharian lagi. Alamak!! Ini bukan soal iri karena nggak punya pacar, tapi jadi nggak bisa berseksi ria di kostan kalau ada laki-laki gitu. Woi, kenapa jadi curcol?! Wkwk.. Soalnya jadi ingat masa-masa ngekost dulu bareng teman-teman kuliah gara-gara nonton film ini.

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_204613.175

Soal berseksi ria, kebanyakan anak-anak kost kalau lagi di kostan pasti pada pake pakaian minim gitu. Soalnya dulu dikostan aku juga gitu. Makanya tadi aku bilang, paling sebel kalo ada yang pacaran sampai seharian di kostan gitu. Jadi nggak bisa bebas di kostan. Alhasil di kamar mulu jadinya. Huh! Di film ini juga anak-anak kost dodol berpakaian minim terus; hot pants dan tank top, tuh nggak pernah ketinggalan. Para lelaki yang nonton film ini bakal segar liat pemandangan paha-paha mulus berseliweran sepanjang film. Tapi aku ngeliatnya malah sedikit risih. Sama adegan yang merokok itu juga bikin risih liatnya.

Namanya kost-kostan, apalagi dihuni oleh 13 makhluk yang namanya cewek, pasti rame dan rempong. Tapi sayangnya, kisah keseruan ke-13 penghuni kostan ini kurang dieksplor lebih banyak. Ya mungkin karena film ini merangkum peristiwa yang penting-penting aja dari kumpulan bukunya. Sebagai penonton awam yang nggak baca bukunya, ada beberapa adegan yang terasa membingungkan karena adegannya lompat-lompat sesuka hati. Kayaknya emang lebih baik baca bukunya aja, deh!  Aku juga tertarik jadi pengen baca bukunya, nih!

Selain Ayudia Bing Slamet, kedua belas anak kost lainnya diperankan oleh pemain yang nggak familiar wajahnya. Aku, sih yang nggak familiar sama wajah-wajah mereka :D. Karakter Dedew adalah karakter sentral tapi untunglah porsinya masih bisa dimaafkan. Tapi sayangnya, karakter-karakter yang lain juga kurang dieksplor lebih dalam. Faktor durasi juga, sih! Ayudia, sih aktingnya biasa aja, nggak ada yang spesial. Yang justru sedikit mencuri perhatian adalah Wizzy. Film ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari suami istri Pongki Jikustik dan Sophie Novita, Ananda Omesh, Kenes Andari, dan Indra Sinaga vokalis band Lyla. Untung wajahnya Indra nggak tuwir-tuwir amat jadi masih cocoklah jadi mahasiswa. Tapi kalau soal akting, sorry masbro.. harus lebih banyak latihan.. flat banget soalnya.

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_205620.159

Anak Kos Dodol ini kayaknya lebih oke kalau dibuat FTV aja dari pada dibuat film gini. Dan kayaknya kalau aku baca bukunya duluan, dijamin pasti kecewa tingkat tinggi. Hmm.. Tapi setidaknya film ini jadi mengingatkanku pada masa-masa ngekost dulu. Dan satu hal yang aku sesali, kenapa dulu aku dan teman-teman kostku nggak ngelakuin hal yang sama kayak Dedew cs; makan gratis di kondangan ūüėÄ ūüėÄ

Anak.Kos.Dodol.2015.480p.WEB-DL.mp4_20160731_205748.222

Info:
Title: Anak Kos Dodol
Director: Eman Pradipta
Release Date: 26 February 2015
Country: Indonesia
Language: Bahasa

Cast:
Ayudia Bing Slamet
Indra Perdana Sinaga
Ananda Omesh
Pongki Barata
Sophie Navita
Kenes Andari

Wizzy
Rachquel Nesia
Shamira
Kimmy Geovani
Marsha Risdasari
Bella Shifa
Dian Widayanti
Intan Melodi
Bella Luna Ferlin
Jesika Dani
Waode Kartikasari
Cerelia Raissa

[Movie Review] No One‚Äôs Life Is Easy (So I Married an Anti-Fan) (2016)

220px-so_i_married_an_anti-fan_poster

Sekarang aku semakin ketagihan untuk menonton film-film busuk dan yang akan dibahas kali ini adalah film berjudul No One’s Life is Easy aka So I Married An Anti Fan. Oke, dari judul aja udah bisa ketebak, kan gimana ceritanya? Dan pastinya kalau romantic comedy gini pasti berakhir dengan happy ending, everyone’s happy….. except me pastinya. Yang ada juga aku gegar otak begitu selesai nonton film ini. Tapi mungkin inilah nikmatnya guilty pleasure.

Plot cerita film ini mengenai seorang jurnalis bernama Miaomio Fang (Yuan Shanshan) yang mengungkap rahasia seorang artis tenar Korea Zhuo Hou (Park Chanyeol). Karena hal tersebut, Fang pun dipecat. Setelah di pecat, dia menjadi seorang anti-fan yang mempunyai misi menghancurkan hidup Hou. Tapi kemudian dia malah ditawari untuk membintangi sebuah reality show bersama Hou.

Dan kelanjutan ceritanya udah pasti bisa ditebak, kan? Dari benci jadi cinta. Duh, basi banget, sih! @#$^$&#^*+@%$^*

Kalau film ini dibuat sebelum tahun 2000 atau awal tahun 2000-an, sih aku maklum aja dengan tema yang kayak gini. Tapi.. hellowwww.. ini, nih tahun 2016, loh.. masih aja ada cerita basi kayak gini. Eh, basi kan bagiku, ya? Tapi untuk para remaja, penggemar film romantic comedy, atau fans k-pop, sih cocok, deh nonton film ini. Dijamin pasti pada tergila-gila. Apalagi pemainnya ganteng dan cantik, lumayan buat cuci mata (dan cuci otak aku yang error karena jalan ceritanya)

Film ini busuk banget dimataku (pasti kalau ada yang baca tulisan ini, aku bakalan di caci maki sama fans k-pop atau fans film ini). Adegannya lebay kurang lebay apa lagi coba? Apalagi ngeliat tingkah si Fang Miaomiao (namanya kayak nama kucingku yang udah mati: Fang si meong-meong) yang childish waktu jadi anti-fan. Masa seorang jurnalis kayak gitu kelakuannya? Malu-maluin aja! Bukannya lucu, malah annoying banget liatnya. *bantinglemari

Trus, abis gangguin si artis abis-abisan, malah berubah 360 derajat jadi simpati. *Gigit bangku. Dan gara-gara ge-er, si clumsy meong-meong malah memborgol kakinya ke tangan si aktor. Hadeuh!! *jedotinpalakedinding. Adegan semakin nggak masuk akal ketika borgol nggak bisa dibuka sama sekali. *ngunyahbatu

so I married an anti fan1.jpg-small

Udah skip aja ke adegan dimana akhirnya si meong-meong jatuh cintrong pada si aktor. Penampilan si meong-meong juga berubah. Nggak pake kacamata lagi dan rambut dilurusin. Si aktor Korea pun jadi terpikat. Ya tentu aja karena si meong-meong cantik. Coba kalau jelek, pasti ogah! Huh!! Singkat cerita, akhirnya dua-duanya jatuh cinta, terus menikah dan bahagia sampe kakek nenek. Cut, cut, cut! Belum sampe gitu ceritanya, mungkin nanti kalau dibikin sekuelnya kali.

Setelah keduanya jatuh cinta, muncullah dua karakter lain yaitu si mantan pacar artis dan pacar barunya yang sumpah karakternya lebih annoying dari si Fang meong-meong. Terjadilah adegan mereka berempat bertemu terus si pacar baru mantan Hou menjelek-jelekkan Hou dan berakhir dengan adegan tonjok-tonjokan (kalau nggak salah, sih.. lupa soalnya. Maklum, otak lagi gerot karena nonton film ini). Trus, trus, trus.. aduh.. aku nggak sanggup lagi nyeritainnya.. yang pasti happy ending biar penonton nggak kecewa.

Yak, jadi selain ceritanya yang bikin kadar logika di otakku, tuh jadi miring beberapa senti, aku juga dapat downloadan film ini yang kualitasnya bikin nambah minus mataku. Ada penampakan kepala orang yang lagi nonton di bioskop, terus ada suara-suara orang lagi ngomong dan ketawa di file filmnya. Udah download, malah protes! Okeh, okeh.. nggak boleh protes berhubung ini downloadan. Suara ketawa terdengar cukup sering dari filenya. Otakku yang masih normal jadi mikir keras, dimana adegan lucunya, ya? Perasaan adegannya semua bikin aku mau muntah. Nggak ada lucu-lucunya sama sekali! Duh! Oh, ya film ini katanya berdasarkan manhwa. Kalau baca manhwanya, sih kayaknya pasti seru, tapi kalau dibuat jadi film gini, malah jadi ancur berantakan.

so I married an anti fan2.jpg

Okelah, sampai sini aja reviewnya. Otakku udah nggak sanggup lagi soalnya buat nerusin. Oh, God.. kenapa aku bisa menghabiskan waktu sampai 2 jam hanya untuk nonton film ini?! Udah gitu aku caci maki lagi ūüėÄ ūüėÄ

Yah, inilah guilty pleastressure! ūüôā

 

 

Info:
Title: No One’s Life is Easy (So I Married an Anti-fan)
Director: Kim Jae-Young
Based on Manhwa So I Married An Anti-fan by Jiwan
Release Date: June 30, 2016
Running Time: 120 mins
Country: China
Language: Mandarin

Cast:
Park Chanyeol as Hou Zhun / Hoo Joon
Yuan Shanshan as Fang Miao Miao / Lee Geun-Yeong
Seo Ju-hyun as Ai Lin / Irene
Jiang Chao as Gao Xiang

[Movie Review] Holidays (2016)

220px-holidays_film_poster

Yang bikin tertarik awalnya untuk nonton film ini adalah posternya yang make topeng plus bawa kapak, khas film-film horror bin gore gitu, deh! Trus, waktu itu liat ratingnya di salah satu situs film cukup tinggi. Tapi ya, aku ingatkan, jangan pernah percaya rating ketika film baru saja dirilis. Buktinya, selang beberapa bulan kemudian, rating film ini jeblok. Tapi karena aku belakangan ini emang lagi demen nonton film-film jelek yang bikin guilty pleasure, so dengan senang hati aku memilih Holidays.

Holidays sendiri adalah sebuah film antologi berisi 8 segmen cerita yang berbeda yaitu¬† Valentine’s Day,¬†St. Patrick’s Day,¬†Easter,¬†Mother’s Day, Father’s Day, Halloween, Christmas dan New Year’s Eve. Film ini juga disutradarai oleh sutradara yang berbeda-beda tiap segmennya. Tapi jangan mengharapkan film ini akan jadi film holidays yang menyenangkan karena justru ini adalah antologi cerita horor dari beberapa perayaan yang sudah kita kenal.

Untuk tiap segmennya, sih durasinya udah pas, nggak terlalu lama untuk satu cerita. Tapi ceritanya rata-rata flat, membosankan, nggak ada horor-horornya sampe kata ‘what the?’ pun keluar dari mulutku berulang kali. Yang paling parah ceritanya, paling gajes, paling absurd level dewa adalah bagian kedua; St. Patrick’s Day. Gagal paham, deh aku sama segmen kedua itu. Tapi karakter anak kecilnya creepy abis.

Sedangkan yang agak lumayan ceritanya adalah segmen Valentine’s Day dan Christmas. New Year’s Eve, sih sebenarnya boleh juga ceritanya tapi twistnya udah bisa ketebak duluan. Father’s Day berpotensi bagus, tapi sayang diakhiri dengan ending yang gajes gitu.

Para pemainnya nggak ada yang familiar wajahnya kecuali Seth Green di segmen Christmas. Ya, maklum aja sih ini film indie soalnya. Dan aku sebenarnya suka dengan film ini tapi yang ini sangat mengecewakan. Padahal ceritanya kalo dikembangkan dengan benar, pasti jatuhnya jadi bagus. Tapi penulis skenarionya seperti nggak tau mau dibawa kemana alur ceritanya. Eksekusinya jelek, dialognya amburadul, dan cerita yang selalu diakhiri dengan sangat buruk.

Well..well..well.. akhirnya guilty pleasure ini terlaksana juga dan sekarang dengan tenang bisa menghapus file film ini dari hardisk yang telah memerah warnanya.

Valentine’s Day: 6.5/10
St. Patrick’s Day: 2/10
Easter: 2/10
Mother’s Day: 4/10
Father’s Day: 6/10
Halloween: 3/10
Christmas: 6.5/10
New Year’s Eve: 5.5/10

 

Info:
Title: Holidays
Release Dates: April 14, 2016 (TFF), April 22, 2016 (United States)
Country: United States
Language: English
Running Time: 105 Minutes
Directed by:
Dennis Widmyer (Valentine’s Day)
Kevin Kolsch (Valentine’s Day)
Gary Shore (St. Patrick’s Day)
Nicholas McCarthy (Easter)
Sarah Adina Smith (Mother’s Day)
Anthony Scott Burns (Father’s Day)
Kevin Smith (Halloween)
Scott Stewart (Christmas)
Adam Egypt Mortimer (New Year’s Eve)

Cast:
Madeleine Coghlan, Savannah Kennick, and Rick Peters (Valentine’s Day)
Ruth Bradley, Peter Campion, and Isolt McCaffrey (St. Patrick’s Day)
Ava Acres, Petra Wright, and Mark Steger (Easter)
Sophie Traub, Aleksa Palladino, Sheila Vand, Jennifer Lafleur, and Sonja Kinski (Mother’s Day)
Jocelin Donahue, Michael Gross, and Jana Karan (Father’s Day)
Ashley Greene, Olivia Roush, Harley Quinn Smith, Harley Morenstein, and Shelby Kemper (Halloween)
Seth Green, Clare Grant, Kalos Cluff, John C. Johnson, Shawn Parsons, Michael Sun Lee, Wes Robertson, Karina Noelle, Scott Stewart, and Richard DiLorenzo (Christmas)
Lorenza Izzo, Andrew Bowen, and Megan Duffy (New Year’s Eve)

[Movie Review] Battle Royale II: Requiem (2003)

br2_dvdcover_tartanasiaextreme

Battle Royale (2000) merupakan salah satu film gore thriller yang aku suka dan aku udah dua kali rewatch. Dan ternyata BR ada lanjutannya. Penasaran, dong tentunya kayak apa, sih sekuelnya? Emang apa lagi yang mau diceritain pasca BR selesai? Ya udah daripada bertanya-tanya terus, mending nonton aja, deh!

Jadi Battle Royale II ini mengambil setting 3 tahun setelah BR yang pertama. Survivor BR I, Nanahara Shuya malah jadi teroris setelah berguru ke Timur Tengah (zzzz…).¬†Singkat cerita, satu kelas yang berisi para siswa bandel, nggak suka belajar, berandalan yang kali ini jadi peserta BR II. Mereka dikirim ke sebuah pulau dengan satu tujuan yaitu membunuh teroris internasional, Nanahara Shuya.

Langsung aja, nih aku bilang kalo film ini jelas-jelas copyannya BR yang pertama. Malahan lebih parah, lebih ancur, lebih gajes. Plot ceritanya amburadul nggak jelas. Banyakan dramanya ketimbang action atau thrillernya. Okelah untuk adegan perangnya lebih kerenan dikit karena senjatanya juga lebih canggih dari yang sebelumnya, tapi sisanya sumpah bikin mau muntah liatnya. Aku aja sampe ketiduran nontonnya dan dengan terpaksa harus 2x nonton alias nyambung nonton besoknya karena keburu ngantuk berat dan nggak mood. Mau skip-skip aja, sih tapi kalo masih bisa ditahan, ya jangan di skip-skip nontonnya.

Udah gitu karakter utamanya nyebelin banget, mana ngomongnya teriak-teriak mulu pake urat. Biar ganteng juga, bikin eneg liatnya. Padahal aku suka liat wajahnya si Shugo Oshinori ini kalo main di dorama-dorama. Tapi nih cowok emang nggak pernah dapat peran yang bagus, kayaknya emang aktingnya jelek banget gitu, pantas aja karirnya nggak bersinar. Karakter lainnya juga nggak ada yang benar-benar menonjol atau unik kayak di BR I. Parahnya karakter Shuya juga gitu-gitu doang padahal udah jadi teroris internasional. Aktingnya Tatsuya Fujiwara parah, dah! Ngeliat dia ngomong aja, malas banget. Perasaaan dari semua filmnya yang pernah aku tonton, emang dia belum pernah akting yang bagus. Gitu bisa jadi Light Yagami di Death Note *pingsan. Eh, ada Yoko Maki dan Yuma Ishigaki juga disini. Sumpah nggak kenal kalo nggak liat pas end creditnya.

Intinya, sih ini film hancur banget semuanya. Mending nggak usah ditonton kecuali buat penikmat film-film gajes atau yang suka nonton demi mendapatkan kenikmatan guilty pleasure kayak aku. Guilty pleastressure-ku pun akhirnya terlampiaskan begitu selesai menonton film ini. Dan file film ini langsung dihapus. Lumayan bikin lega memori laptop.

 

 

 

Info:
Title: Battle Royale II: Requiem
Based on: Battle Royale by Koushun Takami
Directed by: Kenta Fukasaku, Kinji Fukasaku
Music by: Masamichi Amano
Release dates: 18 May 2003 (Cannes), 5 July 2003 (Japan)
Running time: 133 minutes (Original release), 152 minutes (Extended cut)
Country: Japan
Language: Japanese

Cast:
Tatsuya Fujiwara
Ai Maeda
Shugo Oshinari
Maki Yoko
Yuma Ishigaki

 

[Movie Review] My Ex (2009)

The Ex (2009)

Waktu mau bersih-bersih HDD laptop, ternyata aku menemukan suatu file dengan judul My Ex. Tadinya ku pikir ini film Korea, karena seingatku dulu waktu ngopi filenya dari DVD bajakan tuh isinya film-film Korea semua, eh ternyata ini film dari Thailand. Mau di hapus sayang rasanya, jadi aku tonton aja walaupun aku udah bisa nebak ini pasti salah satu film horor gajebo.

Mari kita mulai petualangan menonton film jelek ini. Spoiler berat, nih jadi buat yang nggak mau kena spoiler, mending entar aja bacanya kalau udah selesai nonton filmnya. Kalau nekat juga, tanggung resiko sendiri, ya.

Jadi ceritanya nih ada seorang aktor keren bin ganteng yang bernama Ken yang ternyata playboy kelas ikan asin. Dia mengencani banyak gadis-gadis cantik trus dicampakkan aja gitu sesukanya. Nah, gadis terakhir yang jadi pacarnya yaitu si Meen ternyata malah hamil. Dasar playboy, nih si Ken, dia malah nggak ngaku kalau yang dikandung Meen adalah hasil perbuatannya. Ujung-ujungnya mereka malah putus. Dan kurang asemnya, nih si Ken malah pacaran lagi sama aktris yang bernama Ploy. Nah, mulai, deh muncul hal-hal aneh yang terjadi. Udah bisa ditebak sendiri kan siapa pelakunya?

Oke lanjut aja ya abis terjadi hal-hal aneh diluar nalar yang niatnya mau bikin seram dan kaget malah fail abis. Mana adegannya main loncat-loncat aja lagi sesuka hati ke sana kemari. Trus adegannya banyakan mengkhayalnya lagi, kayak adegan waktu si Ken dicakar di bath tub. Padahal, tuh ya tuh bath tub udah penuh darah, eh tiba-tiba aja Ken-nya fine-fine aja nggak ada bekas luka sedikitpun. Gile bener!! Langsung adegannya aku skip-skip aja.

Oke lanjut ke adegan dimana Ken ceritanya mau menenangkan diri di villa pribadinya trus dia malah didatangi oleh Meen. Trus mereka indehoy gitu. Olala! Ah, sial banget pas indehoy malah si Ploy datang aja ganggu, wkwk. Abis itu lanjut cerita klise-klise ala film India dimana Ken dan Ploy bermesraan. Abis itu muncullah penampakan-penampakan yang mencoba menakuti tapi sayangnya gagal lagi. Uh!

Akhirnya aku skip-skip aja lagi. Barulah kemudian si hantu mulai menunjukkan taringnya yang sebenarnya. Alasan kenapa dia mati dan segala tetek bengeknya pun dipaparkan. Buntut-buntutnya Ken jadi mangsa terakhir. And you know what, lagi-lagi cuma khayalan Ken doang waktu adegan tangan dan badan Ken lainnya diiris-iris sama si hantu. Ampun dije! Tapi akhirnya Ken kena batunya juga, kok pas adegan melarikan diri naik mobil. Tubuhnya ketusuk ranting pohon yang super duper tajam sampai ke ulu hati. Hebatnya, nih udah ketusuk ranting gitu, si Ken masih sanggup ngobrol sama hantunya. Trus nggak mati lagi. Dahsyat benar! Ckckck. Tapi dasar playboy cap ikan asin, dia tetap aja macarin cewek-cewek cantik. Alhasil, ya you knowlah apa yang bakal terjadi akhirnya pada si playboy Ken tersebut. The end.

Asli, nih film nggak ada serem-seremnya sama sekali. Lucu iya! Malah di beberapa adegannya, aku mau ketawa aja bawaannya. Apalagi soal alasan si hantu mati, benar-benar nggak masuk di akal aja. Cantik dan kaya gitu ngapain coba harus pake acara bunuh diri segala? Kayak lelaki di dunia ini cuma Ken doang aja! Auk, ah! Namanya juga film gajes, ya banyak yang nggak masuk akalnya ketimbang yang masuk akal. Belum lagi darahnya yang fake banget warnanya. Spesial effectnya yang parah abis. Akting pemainnya ya so so lah.

Dan begitu akhirnya selesai menonton film yang super duper membosankan ini, langsung deh tuh film aku hapus dari laptop. Akhirnya guilty pleasure ini tercapai juga. Phuihh.

Info

  • Movie: My Ex
  • Thai: ŗĻĀŗłüŗłôŗĻÄŗłĀŗĻąŗł≤ (Fan Kao)
  • Director: Piyapan Choopetch
  • Release Date: August 27, 2009
  • Runtime: 90 min.
  • Language: Thai
  • Country: Thailand

Cast

  • Shahkrit Yamnarm
  • Wanida Termthanaporn

 

Info and Picture source: Asianwiki

[Movie Review] Taken 3 (2015)

220px-taken_3_poster

Aku tahu kalo film ini pasti kacangan tapi nekat mau nonton juga (mumpung dibayarin gratis hehe) soalnya cuma film ini yang jadwalnya pas untuk ditonton waktu itu. Lagian pengen banget nonton di Blitz.. belum pernah, sih ūüėÄ (nggak ada Blitz di kotaku huhuhu.. ūüė¶ ). Sempat mikir, apa lagi yang mau diceritain di Taken 3 ini coba? Siapa lagi yang mau diculik? Apa mau dibikin sampai Taken 10?

Okelah, mari kita bahas film om Liam Neeson ini. Jadi ceritanya di Taken 3 ini nggak ada adegan penculikan kayak di Taken 1 dan 2. Tapi yang ada Bryan Mills (Liam Neeson) malah dituduh membunuh istrinya sendiri, Lenore (Famke Janssen). Bryan pun jadi tersangka yang paling diburu oleh polisi. Alhasil, dia harus mencari tau siapa pembunuh istrinya sebenarnya sekaligus mengembalikan reputasi namanya yang udah terlanjur jadi buruk.

Ini namanya latah. Setelah sukses dengan Taken 1 yang memang bagus, maka latah pun terjadi dengan menghadirkan sekuelnya Taken 2 yang menurutku nggak perlu dibuat sama sekali. Dan latah itu malah berlanjut dengan dibuatnya Taken 3 ini. Dengan formula sejenis yang dipaksain beda, tanpa ada sesuatu yang baru dan segar, jelas Taken 3 ini merupakan sesuatu yang fail. Menontonnya luar biasa membosankan. Kalo aja nontonnya bukan di bioskop, mungkin udah ketiduran kali~ Sebenarnya, sih nyaris ketiduran, apalagi AC bioskop dingin banget, but because there’s someone beside me and I could discuss with him about this movie, so far it made me awake. Thanks a lot, dear!¬†

Jadi, sepanjang film, tuh aku ngoceh aja alias protes sama jalan ceritanya yang doesn’t make sense at all. Tapi, yo weslah, ditonton aja. Toh, udah tau ceritanya jelek, kok masih maksa mau nonton? Abis gimana, dong, cuma film ini yang jadwalnya waktu itu pas untuk ditonton. Kan aku pengen banget nonton di Blitz (apalagi pake acara ditraktirin). *ngeles

Taken 3 ini settingnya di Amrik doang tepatnya di California, nggak kayak yang pertama dan kedua yang ngambil setting di luar negeri (Paris dan Istanbul). Kekurangan budget kali, ya? Lagian, maksa banget bikin franchise sampe ketiga gini, padahal udah tau ceritanya udah nggak ada lagi yang bisa dibeberkan. Penonton (smart) juga bosan kali liat ceritanya mutar-mutar di situ-situ aja. Apalagi Taken 3 ini terkesan asal tempel doang jalan ceritanya. Kalo untuk actionnya, sih ya bolehlah. Not too bad, not good also. Tapi tetap aja banyak adegan yang nggak masuk akal. Udah sekarat sekalipun, karakter utama tetap aja sehat wal afiat (Ya, iyalah fine-fine aja. Kalo sampe mati, ya ceritanya tamat, penonton pun kecewa). Tapi lagi-lagi harus dimaklumi. Mungkin yang bikin cerita lagi lelah!

Well, Taken 3 is totally predictable and boring!! No twist at all. Even, we can guess who’s the villain here!¬† Ya, benar, penjahatnya udah bisa ketebak, bahkan di awal film. Nggak percaya, tonton aja sendiri! So.. If you want something great, ignore this movie! But if you just want to watch movie without thinking anything and just want to relax, you can try this!

 

Foto1191
Nontonnya udah hampir sebulan lalu, tapi reviewnya baru sempat sekarang.

NB: Thanks honey udah ngajakin aku nonton di Blitz walaupun filmnya gajes. Luv yu! ūüėČ *norak

 

Info:
Title: Taken 3
Genre: Action, Thriller
Directed by: Olivier Megaton
Produced by: Luc Besson
Written by: Luc Besson, Robert Mark Kamen
Music by: Nathaniel Méchaly
Release Dates: 16 December 2014(Berlin premiere), 9 January 2015(United States), 21 January 2015 (France)
Running Time: 109 Minutes
Language: English
Country: France

 Cast:

Liam Neeson
Forest Whitaker
Maggie Grace
Famke Janssen
Dougray Scott
Sam Spruell
Leland Orser
Jon Gries