[Movie Review] Taken 3 (2015)

220px-taken_3_poster

Aku tahu kalo film ini pasti kacangan tapi nekat mau nonton juga (mumpung dibayarin gratis hehe) soalnya cuma film ini yang jadwalnya pas untuk ditonton waktu itu. Lagian pengen banget nonton di Blitz.. belum pernah, sih 😀 (nggak ada Blitz di kotaku huhuhu.. 😦 ). Sempat mikir, apa lagi yang mau diceritain di Taken 3 ini coba? Siapa lagi yang mau diculik? Apa mau dibikin sampai Taken 10?

Okelah, mari kita bahas film om Liam Neeson ini. Jadi ceritanya di Taken 3 ini nggak ada adegan penculikan kayak di Taken 1 dan 2. Tapi yang ada Bryan Mills (Liam Neeson) malah dituduh membunuh istrinya sendiri, Lenore (Famke Janssen). Bryan pun jadi tersangka yang paling diburu oleh polisi. Alhasil, dia harus mencari tau siapa pembunuh istrinya sebenarnya sekaligus mengembalikan reputasi namanya yang udah terlanjur jadi buruk.

Ini namanya latah. Setelah sukses dengan Taken 1 yang memang bagus, maka latah pun terjadi dengan menghadirkan sekuelnya Taken 2 yang menurutku nggak perlu dibuat sama sekali. Dan latah itu malah berlanjut dengan dibuatnya Taken 3 ini. Dengan formula sejenis yang dipaksain beda, tanpa ada sesuatu yang baru dan segar, jelas Taken 3 ini merupakan sesuatu yang fail. Menontonnya luar biasa membosankan. Kalo aja nontonnya bukan di bioskop, mungkin udah ketiduran kali~ Sebenarnya, sih nyaris ketiduran, apalagi AC bioskop dingin banget, but because there’s someone beside me and I could discuss with him about this movie, so far it made me awake. Thanks a lot, dear! 

Jadi, sepanjang film, tuh aku ngoceh aja alias protes sama jalan ceritanya yang doesn’t make sense at all. Tapi, yo weslah, ditonton aja. Toh, udah tau ceritanya jelek, kok masih maksa mau nonton? Abis gimana, dong, cuma film ini yang jadwalnya waktu itu pas untuk ditonton. Kan aku pengen banget nonton di Blitz (apalagi pake acara ditraktirin). *ngeles

Taken 3 ini settingnya di Amrik doang tepatnya di California, nggak kayak yang pertama dan kedua yang ngambil setting di luar negeri (Paris dan Istanbul). Kekurangan budget kali, ya? Lagian, maksa banget bikin franchise sampe ketiga gini, padahal udah tau ceritanya udah nggak ada lagi yang bisa dibeberkan. Penonton (smart) juga bosan kali liat ceritanya mutar-mutar di situ-situ aja. Apalagi Taken 3 ini terkesan asal tempel doang jalan ceritanya. Kalo untuk actionnya, sih ya bolehlah. Not too bad, not good also. Tapi tetap aja banyak adegan yang nggak masuk akal. Udah sekarat sekalipun, karakter utama tetap aja sehat wal afiat (Ya, iyalah fine-fine aja. Kalo sampe mati, ya ceritanya tamat, penonton pun kecewa). Tapi lagi-lagi harus dimaklumi. Mungkin yang bikin cerita lagi lelah!

Well, Taken 3 is totally predictable and boring!! No twist at all. Even, we can guess who’s the villain here!  Ya, benar, penjahatnya udah bisa ketebak, bahkan di awal film. Nggak percaya, tonton aja sendiri! So.. If you want something great, ignore this movie! But if you just want to watch movie without thinking anything and just want to relax, you can try this!

 

Foto1191
Nontonnya udah hampir sebulan lalu, tapi reviewnya baru sempat sekarang.

NB: Thanks honey udah ngajakin aku nonton di Blitz walaupun filmnya gajes. Luv yu! 😉 *norak

 

Info:
Title: Taken 3
Genre: Action, Thriller
Directed by: Olivier Megaton
Produced by: Luc Besson
Written by: Luc Besson, Robert Mark Kamen
Music by: Nathaniel Méchaly
Release Dates: 16 December 2014(Berlin premiere), 9 January 2015(United States), 21 January 2015 (France)
Running Time: 109 Minutes
Language: English
Country: France

 Cast:

Liam Neeson
Forest Whitaker
Maggie Grace
Famke Janssen
Dougray Scott
Sam Spruell
Leland Orser
Jon Gries

Advertisements

Guilty Plea(stres)sure

Ya, kalian pasti pernah kan merasakan yang namanya guilty pleasure? Suatu perasaan yang sulit untuk diterjemahkan dengan kata-kata untuk menafsirkannya. Dan terkadang guilty pleasure tersebut membuat stress namun tak bisa dihindari. Oleh karena itu, aku ingin berbagi segala hal yang membuatku harus merasakan perasaan guilty pleasure tersebut. Selamat menikmati 🙂